Sekitar 2 minggu yang lalu hati saya sempet miris sekali. Adik saya yang baru lulus SMP akan melanjutkan ke SMA, sempat mengirimkan pesan singkat kepada saya "mbak doain yaa aku mau tes sma". Saya tanya masuk sma mana?? Lalu di jawab, masuk sma x. Saya sempat kaget saat dia menyebutkan nama sekolah itu, pasalnya saya tidak terlalu setuju dengan sekolah yang akan ia masuki. Saya bilang, "kenapa gak masuk SMA y aja?". "Gak ada biaya buat pendaftarannya" jawab adik saya."Emang berapa??"tanya saya. "150rbu" jawab adik saya. Ya Allah... betapa teririsnya hati saya saat dengar kata-kata itu. Sampai segitunya, untuk mendaftar tes saja yang belum tentu adik saya diterima, mahal sekali. Seingat saya sekitar 2 tahun yang lalu saat saya daftar spmb, pndaftarannya hanya 100rb saja. Memang sih tidk bisa disamakan sekarang dan 2 tahun yang lalu.
Saya sempat bilang, "udah kamu daftar aja di sekolah y, biar saya yang bayar biaya tesnya". Tapi adik saya menolak, katanya walupun dia tes dan lulus tetap saja orang tua saya tidak memperbolehkan adik saya untuk bersekolah di sekolah y karena orang tua saya tidak sanggup membayar spp per bulannya. saya sempat kecewa karena adik saya tidak mendapatkan fasilitas sekolah yang sama bagusnya dengan yang saya peroleh saat saya sma dulu. Jauh berbeda sekarang keadaanya. Seingat saya, dulu saat saya mendaftar sma, bila tidak masuk ke sma tempat say dulu bersekolah, orang tua saya langsung akan memasukkan saya di sma y. saya sedih sedih sekali.
Hari minggu jadwal saya pulang ke rumah. Sewaktu di rumah, saya bicara dengan orang tua saya kenapa adik saya tidak dimasukkan ke sma y? dan ternyata karena biaya masuk dan spp per bulannya yang mahal sampai 400ribu per bulan, belum lagi transport dan uang makan per harinya. Bayangkan, spp Sekolah Menengah Atas Negeri lebih mahal dari SPP mahasiswa semester 4 negeri di bogor. Kasihan sekali anak-anak yang memang otaknya mampu bersekolah di sekolah bermutu, bisa lulus tesnya namun tidak mampu membayar uang masuk dan spp per bulannya.
Ini mungkin sebagian kecil contoh saja, masih banyak contoh yang lainnya. saya bingung bukannya pemerintah sekarang sudah menerapkan sisem BOS?? kemana larinya dana itu, sebenarnya untuk apa sih dana itu??? Saya gak tau karena sewaktu zaman saya belum ada yang namanya BOS. Dan satu lagi, sekarang hampir semua SMA menerapkan sistim SBI (Sekolah Berstandar Internasional) yang kelasnya ber Ac, serba multimedia, sampai harus memiliki laptop masing-masing muridnya, dan menggunakan bahasa inggris untuk kegitan belajar mengajarnya?? Apakah semua murid bisa mengikutinya? dan apakh semua guru berkompeten???
SBI, sekolah bertaraf internasional atau sekolah bertarif internasional??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar